Entri Populer

Selasa, 12 Juli 2011

ANALISIS CERPEN “RADIO MASYARAKAT” KARYA ROSIHAN ANWAR DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA Andi Suhandi Kelas II E Prodi Diksatrasia FKIP Untirta ABSTRAK Cerita Pendek atau yang sering disebut sebagai Cerpen merupakan suatu Karya sastra yang berisikan tentang cerita-cerita, sama halnya dengan Novel namun isi cerita dari Cerpen lebih pendek atau tidak terlalu panjang. Dalam dunia pendidikan cerpen lebih umum diajarkan kepada para pelajar, karena itu untuk melatih kemampun si anak dalam membuat cerita, baik cerita nyata ataupun cerita hayalan. Sejak zaman dulu cerpen sudah bisa didapat dan dinikmati oleh masyarakat, perkembangan cerpen yang paling menonjol yaitu sejak tahun 1942-1945 yaitu di zaman Jepang. Di zaman itu lah cerpen banyak dibuat sedangkan novel hanya ada beberapa saja. Cerpen-cerpen dimasa itu lebih menceritakan keadaan yang terjadi. Seperti cerpen Radio Masyarakat ini yang menggambarkan suatu keadaan resah dan gelisah atas semua janji-janji yang didapat dari Jepang. Kata Kunci : Cerpen, Pendidikan, dan Masyarakat LATAR BELAKANG Cerpen “Radio masyarakat” karya Rosihan Anwar, dibuat di Zaman Jepang . cerpen ini menceritakan seseorang yang sudah tidak bersemangat dalam hidupnya, seseorang ini bernama Kuswari yang menjadi tokoh utama dalam cerita, akan tetapi ia ingin berubah menjadi orang yang lebih baik namun zaman menghalanginya sehingga ia berputus asa dalam menjalankan hidupnya. itu terjadi akibat janji-janji palsu yang disampaikan Jepang. Keadaan seperti ini yang membuat mental seseorang menjadi menurun sehingga ia merasa tidak berarti lagi hidup di dunia ini, dan itu jelas tergambar dalam cerpen yang dibuat Rosihan Anwar, bahwa jiwa tokoh tersebut sedang terguncang atau kejiwaannya sedang terganggu. Maka cerita ini lebih pas jika dikaji dengan kajian Pendekatan Psikologi Sastra. Pendekatan Psikologi Sastra adalah pendekatan karya sastra yang mengkaji kejiwaan tokoh dalam suatu karya sastra. Pendekatan psikologi juga merupakan pendekatan yang bertolak dari asumsi bahwa karya sastra selalu saja membahas peristiwa perilaku yang beragam. LANDASAN TEORI Psikologi dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ilmu jiwa. Jiwa sebagai objek dari psikologi tidak dapat dilihat, diraba, atau disentuh. Jiwa adalah sesuatu yang abstrak, hanya dapat diobservasi melalui hasil yang ditimbulkannya. Hal ini dapat dilihat dari tingkah laku dan aktivitas lainnya sebab tingkah laku mempunyai arti yang lebih nyata daripada jiwa. Pendekatan Psikologi Sastra adalah pendekatan karya sastra yang mengkaji kejiwaan tokoh dalam suatu karya sastra. Teori-teori mengenai psikologi sastra terus berkembang seiring dengan berjalanya waktu Reokhan dalam Aminuddin (1990:89) mengatakan bahwa, Psikologi sastra sebagai salah satu disiplin ilmu ditopang oleh tiga pendekatan studi, yaitu (1) pendekatan ekspresif, yang mengkaji asepek psikologis penulis dalam proses kreatif yang terproyeksi lewat karya ciptaanya, (2) pendekatan tekstual, yang mengkaji aspek psikologis sang tokoh dalam karya sastra dan (3) pendekatan reseptif pragmatis yang mengkaji aspek psikologis pembaca yang terbentuk setelah melakukan dialog dengan karya sastra yang dinikmatiknya serta proses rekreatif yang ditempuh dalam menghayati teks sastra tersebut. Freud dengan teori psikoanalisisnya menggambarkan bahwa pengarang dalam menciptakan suatu karya sastra diserang oleh penyakit jiwa yang dinamakan neurosis. Sastra sebagai gejala kejiwaan di dalamya terkandung fenomena kejiwaan yang tampak lewat perilaku tokoh-tokohnya. PEMBAHASAN Apa yang terjadi dengan Kuswari? Dan benarkah ia sakit? Lalu siapa orang yang memeriksa Kuswari? Kuswari adalah tokoh utama dalam cerita ini, ia mengalami penurunan mental atau mengalami gangguan jiwa akibat dari janji-janji yang disampaikan Jepang, tidak hanya itu ia juga putus asa dalam menjalani hidup di dunia ini dan merasa tidak berarti lagi. Kuswari sebenarnya tidak sakit, ketika ia memeriksakan kondisinya kepada dr. Hamzah, menurut ilmu kedokterannya bahwa ia baik-baik saja, tidak ada tanda-tanda bahwa ia sakit. Seperti dalam kutipan berikut ini: “Ya, Kus, engkau tak kurang apa-apa. Engkau sehat, tak ada obat yang dapat kuberikan”. dr Hamzah juga menyampaikan kepada Kuswari bahwa ia mendapat gangguan mental akibat keinginannya terhalang oleh kehendak Zaman. Ketika Kuawari merasa sakit,lalu ia memeriksakan dirinya kepada seorang dokter, yaitu bernama dr. hamzah. Ia adalah orang yang memeriksa kondisi Kuswari, dan menurut dr. Hamzah bahwa Kuswari tidak sakit, Melainkan hanya terkena gangguan mental, dan dr. Hamzah menyarankan kepada Kuswari agra ia bisa hidup lebih baik lagi, seperti dalam kutipan berikut: “kau harus kisarkan pandangan hidupmu menjadi lebih baik” SIMPULAN Gangguan mental yang dialami Kuswari dalam cerita, diakibatkan janji-janji palsu Jepang yang begitu menjanjikan dan memberikan penerangan kepada rakyat Indonesia. Sehingga kepalsuan itu membuat Kuswari kecewa. Tidak hanya itu banyaknya masalah yang dihadapi KUswari membuatnya tidak bersemangat dalam menjalani hidup,sehingga membuat sikapnya seperti orang yang telah menyerah. Melihat apa yang dialami tokoh dalam cerita, maka dalam menjalankan hidup ini harus dengan semangat yang besar sehingga kita dapat menyelesaikan masalah dengan baik tanpa adanya kontak fisik didalamnya. DAFTAR PUSTAKA http://kafeilmu.com/tema/cerpen-bahasa-indonesia.html http://blog.unand.ac.id/tegarayama/tag/psikologi-sastra/ ttp://www.resensi.net/search/sinopsis-cerpen-radio-masyarakat-karya-rosihan-anwar/



ANALISIS CERPEN “RADIO MASYARAKAT”
KARYA ROSIHAN ANWAR
DENGAN PENDEKATAN
PSIKOLOGI SASTRA                                                   



Andi Suhandi
                                                       Kelas II E
Prodi Diksatrasia
FKIP Untirta

ABSTRAK
Cerita Pendek atau yang sering disebut sebagai Cerpen merupakan suatu Karya sastra yang berisikan tentang cerita-cerita, sama halnya dengan Novel namun isi cerita dari Cerpen lebih pendek atau tidak terlalu panjang. Dalam dunia pendidikan cerpen lebih umum diajarkan kepada para pelajar, karena itu untuk melatih kemampun si anak dalam membuat cerita, baik cerita nyata ataupun cerita hayalan. Sejak zaman dulu cerpen sudah bisa didapat dan dinikmati oleh masyarakat, perkembangan cerpen yang paling menonjol yaitu sejak tahun 1942-1945 yaitu di zaman Jepang. Di zaman itu  lah cerpen banyak dibuat sedangkan novel hanya ada beberapa saja. Cerpen-cerpen dimasa itu lebih menceritakan keadaan yang terjadi. Seperti cerpen Radio Masyarakat ini yang menggambarkan suatu keadaan resah dan gelisah atas semua janji-janji yang didapat dari Jepang.
Kata Kunci : Cerpen, Pendidikan, dan Masyarakat


LATAR BELAKANG
Cerpen “Radio masyarakat” karya Rosihan Anwar, dibuat di Zaman Jepang . cerpen ini menceritakan seseorang yang sudah tidak bersemangat dalam hidupnya, seseorang ini bernama Kuswari yang menjadi tokoh utama dalam cerita, akan tetapi ia ingin berubah menjadi orang yang lebih baik namun zaman menghalanginya sehingga ia berputus asa dalam menjalankan hidupnya. itu terjadi akibat janji-janji palsu yang disampaikan Jepang. Keadaan seperti ini yang membuat mental seseorang menjadi menurun sehingga ia merasa tidak berarti lagi hidup di dunia ini, dan itu jelas tergambar dalam cerpen yang dibuat Rosihan Anwar, bahwa jiwa tokoh tersebut sedang terguncang atau kejiwaannya sedang terganggu. Maka cerita ini lebih pas jika dikaji dengan kajian Pendekatan Psikologi Sastra. Pendekatan Psikologi Sastra adalah pendekatan karya sastra yang mengkaji kejiwaan tokoh dalam suatu karya sastra. Pendekatan psikologi juga merupakan pendekatan yang bertolak dari asumsi bahwa karya sastra selalu saja membahas peristiwa perilaku yang beragam.
LANDASAN TEORI
Psikologi dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ilmu jiwa. Jiwa sebagai objek dari psikologi tidak dapat dilihat, diraba, atau disentuh. Jiwa adalah sesuatu yang abstrak, hanya dapat diobservasi melalui hasil yang ditimbulkannya. Hal ini dapat dilihat dari tingkah laku dan aktivitas lainnya sebab tingkah laku mempunyai arti yang lebih nyata daripada jiwa. Pendekatan Psikologi Sastra adalah pendekatan karya sastra yang mengkaji kejiwaan tokoh dalam suatu karya sastra.
Teori-teori mengenai psikologi sastra terus berkembang seiring dengan berjalanya waktu Reokhan dalam Aminuddin (1990:89) mengatakan bahwa, Psikologi sastra sebagai salah satu disiplin ilmu ditopang oleh tiga pendekatan studi, yaitu (1) pendekatan ekspresif, yang mengkaji asepek psikologis penulis dalam proses kreatif yang terproyeksi lewat karya ciptaanya, (2) pendekatan tekstual, yang mengkaji aspek psikologis sang tokoh dalam karya sastra dan (3) pendekatan reseptif pragmatis yang mengkaji aspek psikologis pembaca yang terbentuk setelah melakukan dialog dengan karya sastra yang dinikmatiknya serta proses rekreatif yang ditempuh dalam menghayati teks sastra tersebut.
Freud dengan teori psikoanalisisnya menggambarkan bahwa pengarang dalam menciptakan suatu karya sastra diserang oleh penyakit jiwa yang dinamakan neurosis. Sastra sebagai gejala kejiwaan di dalamya terkandung fenomena kejiwaan yang tampak lewat perilaku tokoh-tokohnya.

PEMBAHASAN
Apa yang terjadi dengan Kuswari?
Dan benarkah ia sakit?
Lalu siapa orang yang memeriksa Kuswari?

Kuswari adalah tokoh utama dalam cerita ini, ia mengalami penurunan mental atau mengalami gangguan jiwa akibat dari janji-janji yang disampaikan Jepang, tidak hanya itu ia juga putus asa dalam menjalani hidup di dunia ini dan merasa tidak berarti lagi.

Kuswari sebenarnya tidak sakit, ketika ia memeriksakan kondisinya kepada dr. Hamzah, menurut ilmu kedokterannya bahwa ia baik-baik saja, tidak ada tanda-tanda bahwa ia sakit. Seperti dalam kutipan berikut ini:
“Ya, Kus, engkau tak kurang apa-apa. Engkau sehat, tak ada obat yang dapat kuberikan”.
dr Hamzah juga menyampaikan kepada Kuswari bahwa ia mendapat gangguan mental akibat keinginannya terhalang oleh kehendak Zaman.

            Ketika Kuawari merasa sakit,lalu ia memeriksakan dirinya kepada seorang dokter, yaitu bernama dr. hamzah. Ia adalah orang yang memeriksa kondisi Kuswari, dan menurut dr. Hamzah bahwa Kuswari tidak sakit, Melainkan hanya terkena gangguan mental, dan dr. Hamzah  menyarankan kepada Kuswari agra ia bisa hidup lebih baik lagi, seperti dalam kutipan berikut:
            “kau harus kisarkan pandangan hidupmu menjadi lebih baik”
SIMPULAN
            Gangguan mental yang dialami Kuswari dalam cerita, diakibatkan janji-janji palsu Jepang yang begitu menjanjikan dan memberikan penerangan kepada rakyat Indonesia. Sehingga kepalsuan itu membuat Kuswari kecewa. Tidak hanya itu banyaknya masalah yang dihadapi KUswari membuatnya tidak bersemangat dalam menjalani hidup,sehingga membuat sikapnya seperti orang yang telah menyerah.
Melihat apa yang dialami tokoh dalam cerita, maka dalam menjalankan hidup ini harus dengan semangat yang besar sehingga kita dapat menyelesaikan masalah dengan baik tanpa adanya kontak fisik didalamnya. 


















DAFTAR PUSTAKA
ttp://www.resensi.net/search/sinopsis-cerpen-radio-masyarakat-karya-rosihan-anwar/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar